Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kuliah Umum di Universitas Jember, Atdikbud Canberra Tegaskan Pentingnya Kebaruan dalam Riset

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 04 November 2021 |19:03 WIB
Kuliah Umum di Universitas Jember, Atdikbud Canberra Tegaskan Pentingnya Kebaruan dalam Riset
Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Mukhamad Najib. (Ist)
A
A
A

JAKARTA - Salah satu syarat untuk bisa lulus dari program master dan doktoral di Indonesia, seorang mahasiswa wajib memiliki karya yang telah dipublikasikan di jurnal ilmiah, baik jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.

Untuk bisa publikasi di jurnal yang berkualitas, penelitian mahasiswa harus memiliki kebaruan dan kebermanfaatan yang besar. Tanpa adanya kontribusi dalam bentuk kebaruan dan kebermanfaan, akan sulit bagi mahasiswa maupun peneliti untuk bisa publikasi di jurnal bereputasi.

Hal itu diungkapkan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib, dalam acara kuliah umum “Peningkatan Kualitas Tugas Akhir Mahasiswa Program Pascasarjana” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Jember, Kamis (4/11/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid dengan daring dan luring ini ditujukan bagi mahasiswa pascasarjana, baik program S2 maupun S3 agar dapat menyelesaikan tesis dan disertasinya secara tepat waktu dan berkualitas.

Selain dihadiri mahasiswa pascasarjana, acara ini dihadiri dosen, guru besar, jajaran pimpinan di lingkungan FISIP, serta para pengelola program studi di lingkungan Universitas Jember. Menurut Ketua Panitia, Wheny Kristianto, acara ini dilaksanakan selama tiga hari, dengan target luaran berupa terkumpulnya 32 peta riset dan potensi kebaruan yang ditulis oleh mahasiswa pada akhir acara.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Mukhamad Najib. (Ist)

“Acara ini memiliki dua tujuan utama, yaitu bagi mahasiswa adalah agar dapat memahami bagaimana melakukan pemetaan riset dan memahami ragam kebaruan dalam penyusunan disertasi maupun tesis, sementara bagi dosen diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuannya dalam melakukan riset yang berkualitas,” kata Wheny.

Menurutnya, mahasiswa sering kesulitan dalam melakukan pemetaan riset dan menemukan kebaruan yang menarik dalam penelitian disertasi. Hal tersebut dikarenakan pengetahuan dan pemahaman tentang bagaimana melakukan pemetaan dan menemukan kebaruan yang masih lemah dalam penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk riset disertasi. Padahal, dalam realitasnya banyak topik riset yang sepertinya sederhana, tetapi mempunyai potensi kebaruan yang besar untuk diangkat di dalam penelitian.

Dalam sambutan pembukaannya, dekan FISIP, Joko Purnomo mengatakan, acara ini sangat penting sebagai bagian dari pengayaan dan pengembangan keilmuan.

Baca Juga : Guru Bantu dari UNP Tingkatkan Percaya Diri Siswa Australia Bicara Bahasa Indonesia

“Narasumber dalam acara ini juga tidak diragukan lagi. Saya sudah lihat rekam jejaknya dibidang riset dan publikasi. Oleh karena itu, saya berharap semua mahasiswa bisa mengikuti kegiatan ini secara penuh agar tidak ada yang hilang dari penjelasan yang dipaparkan,” pinta Joko.

Dekan FISIP ini juga menambahkan bahwa manfaat acara ini sesungguhnya tidak hanya untuk mahasiswa, tapi juga bagi fasilitator dan dosen, oleh karenanya semua boleh bergabung dalam acara ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement